Breaking News
AAA

Sabtu, 17 Oktober 2015

Cara Melihat Kembaran Gaibmu--"



CAUTION : Jangan mencoba kalau ga berani.

-Cara Melihat Kembaran Gaib Mu-

Apakah kamu pernah dengar kalau kita punya kembaran gaib? Adapun cara untuk melihat kembaran gaib kamu adalah sebagai berikut :

1. Cabut 7 helai rambut kepala.

2. Ambil 7 potongan kuku tangan atau kaki.

3. Dan kamu taruh semua di sehelai kain putih (apa aja, yg penting putih).

4. Langkah selanjutnya gulung kain putih yang ada isinya tadi.

5. Ambil buah jeruk purut, satu saja, kamu peras sampe habis.

6. Dari air perasan itu kamu tetesin di gulungan kain putih tersebut.

7. Gulungan kain itu kamu taruh ditaman atau halaman rumah, dimana saja
yang penting deket pager rmh, kalo bisa jangan ketauan orang lain, dan
gak perlu ditanam taruh saja diantara tumbuhan di luar.

8. Tunggu saja sampai 7 hari, nanti kembaran datang atau tidak dan tidak
akan sampai malam kedelapan. Dia bisa muncul dimana saja, yakin itu
tidak mengganggu, hanya muncul sepintas, biasanya kembaran itu meniru
apa yang sudah pernah kita kerjakan sebelumnya atau yang lagi kita
kerjakan saat ini, Yakinlah dia tidak bisa diliat sama orang lain, karena
yang bisa lihat cuma kita sendiri.

Selamat mencoba di rumah. Ingat.! Risiko di tanggung sendiri.
From : TL Line :)
Read more ...

Selasa, 13 Oktober 2015

Kisah Nyata Boneka Mandy ⊙﹏⊙


----
Kisah Nyata Boneka Mandy.

Pengalaman ini berdasarkan pada Kisah Nyata yang tidak akan bisa aku lupakan sampai sekarang.

Hari itu merupakan hari pertama yang dimana aku dan keluarga menempati rumah Oma. Sambil beres-beres Ayah memeriksa benda peninggalan Oma itu. Semenjak Oma meninggal, rumah yang terletak di Jalan Cipaganti itu diwariskan kepada ayahku, anak pertamanya.

Menurutku rumah Oma termasuk unik, karena rumah tua peninggalan zaman Belanda. Meski rumah ini sudah tua, namun rumah ini cukup terawat. Rumah itu memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, halaman depan, dan halaman belakang.

Dan yang paling aku suka dari rumah ini adalah lotengnya. Sebuah loteng kecil yang berlantaikan kayu yang sangat indah, dengan sebuah jendela menghadap jalan raya. Aku pun memilih loteng itu sebagai kamarku.

Ketika yang lain sedang membersihkan bagian rumah yang lain, aku sibuk sendiri menata kamar yang akan aku pakai di loteng itu. Namun, ternyata itulah awal yang mengubah hidupku dan keluargaku yang tidak akan pernah aku lupakan. Kejadian tragis yang menyeramkan, sekaligus menyedihkan.

Tanganku penuh dengan barang-barang tua milik Oma, sambil mengamatinya, aku mencoba memasukkan satu per satu barang-barang itu ke dalam sebuah peti besar. Mulai dari buku, lampu meja, pigura, pajangan, yang pasti semuanya adalah barang kesayangan omaku.

Mataku tertuju pada sebuah kotak cokelat berdebu di sudut kamar. 'Kotak apa yah itu?' Dengan rasa penasaran aku berjalan mendekati kotak tersebut. Aku mendaratkan kedua lututku ke lantai kayu, yang hanya berjarak beberapa sentimeter dengan kotak unik itu.

Kotak yang terbuat dari kayu itu terlihat sangat kotor berdebu, juga dihiasi banyak lubang di bagian atasnya. Telapak tanganku mulai mengusap bagian atas yang penuh debu itu. Aku pun meniup sisa debu yang ada, lalu timbul sebuah tulisan dalam bahasa Belanda.

"Dit vak moetnietworden geopen."

aku mengernyitkan dahiku, aku tidak tahu apa arti tulisan itu. Ayah pasti tahu artinya, tapi nanti saja, deh tanya ayahnya. Aku sibuk mencari kunci kotak tersebut, tapi sayangnya aku tidak menemukannya. Aku memutuskan membuka paksa kotak itu, aku berusaha membuka gembok kecil yang tersangkut. Awalnya susah, tapi entah kenapa tiba-tiba saja aku merasakan kekuatanku bertambah.

aku berusaha menarik gembok itu sekuat tenaga. Kotak itu terpelanting dan membentur lantai. Tutup kotak berhasil terbuka dan isinya berhamburan.

Aku sangat terkejut. Aku terdiam beberapa menit, masih bingung dari mana asal kekuatan tadi.

Napasku terengah-engah, perlahan aku membereskan barang-barang yang berjatuhan di lantai. Ada kalung, sebuah kunci, buku harian, baju, dan boneka.

Di antara semua benda itu, yang menarik perhatianku adalah boneka. Sebuah boneka perempuan yang cantik, berambut pendek dengan dress berwarna hitam dan ikatan pita di kepalanya. Sepertinya boneka itu bukan terbuat dari plastik, melainkan dari bahan seperti keramik. Aku bisa mengetahuinya karena di daerah mukanya ada bagian-bagian yang retak. Matanya yang biru dan ada sebuah tulisan di bawah sepatunya. Tulisanya mandy, Aku tersenyum dan berdiri, lalu menaruh boneka itu di deretan boneka yang lain.

Waktu berlalu, hari demi hari aku dan keluargaku lalui dengan bahagia di rumah Oma. Hingga suatu hari semua kebahagiaan itu berubah menjadi ketakutan. Ketakutan yang membuat keluargaku hampir menjual rumah Oma. Malam itu aku, kakak dan Ibu sedang menonton TV sedangkan Ayah sedang asyik di depan komputernya. Tiba-tiba saja, kami mendengar bayi menangis. Awalnya hanya kakak yang mendengarnya, kemudian aku pun mendengarnya.

"Coba kecilkan dulu volume TV-nya Kak, aku seperti dengar suara anak kecil nangis deh." pintaku.

Kakak lalu mengecilkanya, dan suara itu semakin jelas. Kami saling berpandangan. Ibu mencoba menenangkan kami dengan mengatakan, kalau itu suara bayi tetangga karena suaranya kecil dan sangat jauh. Kami pun mengiyakan pendapat Ibu, dan kami kembali menonton TV.

Malam itu aku tidak bisa tidur. Aku mencoba membaca buku sambil menunggu rasa kantuk hinggap di mataku, lalu rambutku seperti ada yang menjambak. Aku terbangun, mataku yang tadi setengah mengantuk sekarang sangat terbelalak. 'Siapa tadi yang menarik rambutku?'

Aku membalikkan wajahku, namun aku tidak melihat siapa pun di kamar itu, hanya aku sendiri. Aku menatap deretan boneka di ujung tempat tidur. Aku segera menaruh buku menutup badanku dengan selimut dan tidur. Aku terbangun dan sangat terkejut melihat kamarku yang berantakan.

"Ibu.." Suaraku memecah keheningan pagi. Langkah Ibu terdengar mendekati kamarku. Ibu sontak terkejut memandangi keadaan kamarku yang acak-acakan. Esok malamnya, aku kembali dikejutkan dengan sesuatu yang bergerak-gerak di atas kasur. Meski mataku masih terpejam, tapi aku bisa merasakannya kalau selimutku perlahan-lahan turun dari badanku.

Aku membuka mataku, lalu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, selimutku bergerak. Badanku kaku, tidak bisa berbuat apa-apa. Perasaanku diliputi ketakutan. Aku kumpulkan tenaga, dan menarik kembali selimutku. Ketika aku menariknya Astga, aku melihat boneka Mandy sedang terduduk tepat di ujung selimutku. Aku segera mengambil boneka itu dan memeluknya. Antara takut dan bingung, aku kembali melanjutkan tidurku.

Belum sempat tertidur lama, aku merasakan ada yang bergerak lagi. Kali ini bergerak di bawah selimut. Aku kembali terbangun, Mandy? Di mana Mandy? Boneka itu sudah tidak ada di pelukanku. Ketika pandanganku mengarah ke jendela, Mandy sudah berada di atas jendela. Aku tertegun, mataku tak berkedip mulutku menganga. Aku melihat Mandy, dia berusaha merangkak keluar dari loteng bagaimana boneka itu bergerak.

Aku membuka selimut dan berlari menuju kamar kakak. Aku berharap segera tertidur dan melupakan apa yang aku lihat tadi. Aku menutup seluruh badanku dengan selimut. Keesokan paginya, aku mendengar suara gaduh dari luar kamar. Suara ibu sedang berbicara, Aku bangun dan menghampiri ibu yang tampak sedang di dapur.

"Sedang apa Ibu?"

"Ibu sedang menyikat boneka Mandy."

Ibu melihat ke arahku dan bertanya kepadaku bagaimana boneka itu bisa berada di halaman.

Tak terasa air mataku menetes. Aku menutup mulutku dengan tangan dan berlari ke arah kursi di ruang TV. Aku memeluk lututku sambil membayangkan kejadian semalam.

Setelah aku tenang, Ibu menghampiriku dan memberikan segelas air minum. Aku lalu mulai menceritakan apa yang terjadi. Ibu terlihat sangat heran mendengar ceritaku. Namun, Ibu akhirnya membungkus Mandy dengan koran dan membuang boneka itu ke tempat sampah. Dan benar saja malam-malam berikutnya tidak ada lagi kejadian aneh.

Tapi, ketenangan itu hanya bersifat sementara. Membuang boneka Mandy bukan berarti membuang masalah yang datang bersamanya. lni bukan akhir, malah awal dari kejadian yang lebih buruk.

Kejadian pertama dialami oleh kakak. Dia yang berada di kamar mandi, tiba-tiba menjerit ketakutan karena dia melihat boneka Mandy terapung di bak mandi. Padahal sebelumnya boneka itu sudah dibuang, dan kakak tahu itu.

Lalu Ayah juga mengalami kejadian yang tak kalah menakutkannya. Hal itu dialami ayah ketika hendak ke kantor. Tiba-tiba saja mobil Ayah mati. Ketika ayah memeriksa mesin mobil dan membuka kap mobil, dia begitu terkejut melihat boneka Mandy terselip di antara mesin. Ibu pun sempat melihat boneka Mandy sedang terduduk di dalam kulkas di antara tumpukan makanan.

Berulang kali kami membuang boneka itu, dia tetap kembali ke rumah. Aku dan keluargaku yang awalnya merasa takut, namun ketakutan itu berubah menjadi rasa marah ketika teror ini tak kunjung usai. Kami pun akhirnya membakar boneka Mandy.

Malam itu aku ketiduran di depan TV. Lalu tengah malam aku terbangun dan mendapati channel TV yang aku tonton sudah tidak menyiarkan apapun, selain gambar warna warni. Aku mematikan TV dan berjalan menuju kamar. Baru beberapa langkah, aku mendengar suara berisik dari arah dapur.

Entah kenapa malam itu aku tidak merasa takut. Suara itu malah membuatku penasaran. Aku membalikkan badanku dan melangkah perlahan ke arah dapur. Suara itu semakin jelas. Ketika aku sudah sampai di dapur dan menyalakan lampu, Langkahku terhenti, aku merasa badanku membeku.

Sesosok makhluk kecil berbadan gosong mengerikan sedang berdiri membuka kulkas.

Aku tidak tahu harus berbuat apa. Bulu kuduk meremang seketika. Aku mengambil sapu lantai yang bersandar di ujung dapur, lalu dengan sekuat tenaga memukul Mandy. Dia memutar kepalanya 180 derajat dan memandang ke arahku. Mukanya sangat menyeramkan hitam gosong. Dia berjalan perlahan ke arahku dan dia bersiap melompat ke arahku. Aku lemas dan berikutnya tak sadarkan diri.

Keesokan paginya, aku mendapati diriku berada di kamar kakak. Badanku terasa berat sekali, Aku berjalan menghampiri ibuku yang sedang sibuk membereskan sebuah kotak. Ibu menatapku lalu bertanya, apakah aku sengaja membuka kotak itu? Aku hanya mengangguk lemas. Ibu lalu menjelaskan kalau kotak itu adalah peninggalan Oma, kepunyaan sahabatnya yang meninggal dibunuh tentara Jepang. Oma melarang seluruh keluarganya untuk membuka kotak itu karena dia selalu dihantui oleh arwah sahabatnya. Menurut cerita Oma, arwah sahabatnya itu masuk ke dalam boneka Mandy. Aku hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa.

Ibu pun memberi tahu arti dari tulisan "dit vak moet niet worden geopen" yang ada di kotak adalah jangan buka kotak ini.

From :
@http://www.cerita-hantu.com/


Read more ...

Suara Perempuan Menangis T_T



----
Suara PMenangis.

Kejadian ini telah terjadi sekitar sebelas tahun yang lalu ketika saya berusia tujuh tahun. Karena ketika saya lahir, keluarga saya selalu pindah berkali-kali dari rumah ke rumah. Namun dalam beberapa tahun ini kami telah menetap dan tinggal di rumah yang sederhana, tetapi ada yang aneh dari rumah itu, kakak saya dan saya telah merasakan kejadian-kejadian yang aneh selama kami tinggal di rumah itu (saya sebut rumah ini dengan inisial A karena demi menjaga nama dan lokasi rumah tersebut).

Keluarga saya dan saya telah tinggal dan menetap di sebuah rumah yang sangat sederhana, rumah itu memiliki dua lantai, memiliki loteng yang aneh dan rumah ini memiliki sebuah dapur, namun dapur ini menurut saya memiliki kesan yang sangat aneh, begitu juga dengan keluarga kami, bahwa mereka juga dapat merasakan sesuatu yang aneh di dapur kami. Kakak saya tidak berani jika kedapur dalam keadaan sendiri, bila ia ingin pergi kedapur maka ia akan mengajak saya atau Ibu untuk pergi menemaninya.

Suatu hari di malam itu tepat sekitar pukul 01:00 pagi, ketika keheningan malam mulai memuncak, orang tua saya sedang tertidur di kamar mereka, dan saya berada di kamar bersama kakak saya yang ketika itu ia sedang tidur dan saya berkali-kali mencoba untuk tidur tetapi mata ini belum bisa menutup, malam itu saya banyak meminum kopi karena saya mengerjakan banyak tugas dari sekolah.

Saat itu, saya sangat merasa haus dan ingin sekali minum air dingin dari kulkas, tetapi saat itu, saya sangat merasa takut untuk melangkah ke dapur sendirian, dan saya juga tidak ingin membangunkan kakak saya yang sedang tidur, dan saya juga tidak rela untuk membangunkan orang tua saya yang sedang tidur, karena mereka juga harus bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja, maka saya akan memutuskan untuk pergi sendiri ke dapur.

Letak dapur hanya beberapa meter dari kamar saya. Ketika saya sampai di dapur, hal pertama yang saya lakukan adalah untuk menghidupkan lampu dapur, karena setiap malam di rumah lampu selalu dalam keadaan mati terutama di dapur, setelah lampu menyala dan menerangi dapur, saya langsung membuka kulkas dan mengambil satu botol jus dingin, dan ketika saya sedang minum tiba-tiba saja saya mendengar suara yang aneh, namun suara ini cukup mengerikan bila terdengar di malam hari, suara ini adalah suara dari seorang wanita yang sedang terisak-isak pilu tetapi dengan nada yang rendah dan seperti seolah-olah ia sedang menangis.

Suara ini terdengar tepat di dapur entah berasal dari mana saya pun tidak tahu, saat itu saya merasakan seluruh tubuh saya dalam keadaan mati rasa karena ketakutan, tetapi saya tidak peduli betapa takutnya saya dan setelah itu saya berlari ke kamar orangtua saya dan mengatakan kepada mereka bahwa saya mendengar seseorang yang sedang menangis di dapur tetapi mereka mengatakan bahwa suara itu adalah suara kakak saya, dan ia mencoba untuk menakut-nakuti saya meskipun apa yang saya dengar suara itu sangat jelas suara dari seorang wanita, sebaliknya kakak saya adalah seorang laki-laki. Kemudian malam itu orang tua saya memutuskan untuk membiarkan saya tidur dengan mereka.

Beberapa minggu setelah kejadian itu, orang tua saya pergi kerumah paman saya karena ada urusan keluarga yang mendadak, begitu juga dengan kakak saya ia pergi belajar kelompok di rumah teman-temanya dan saya dalam keadaan sendirian di dalam rumah, saat itu siang hari ketika saya pergi ke kamar mandi untuk mandi, saya mendengar suara tangisan itu lagi, suara itu terdengar sangat dekat dan jelas dengan saya seperti seolah-olah suara itu berada di dalam kamar mandi, dan saya tersentak keluar dari kamar mandi dan langsung pergi ke kamar dengan menutupi diri dengan selimut dalam ketakutan yang mencekam, bertahan dengan selimut sampai orangtua saya pulang. Setelah kejadian yang kedua kalinya ini, saya tidak pernah lagi mendengar suara tangisan itu. Dan setelah itu untungnya kami sekeluarga memutuskan untuk pindah rumah beberapa bulan kemudian.

Sekitar setahun setelah kami pindah di rumah yang baru, kemudian saya mulai mengingat kejadian aneh di rumah yang lama dan memberitahukan kepada orang tua saya apa yang saya dengar di rumah itu. Pertama Ibu saya tidak tahu suara apakah itu karena selama ia tinggal disana tidak pernah mendengar suara apapun, tetapi Ayah saya mengatakan bahwa di rumah yang lama ada sesuatu yang aneh dan Ayah saya juga merasakan hal yang sama dengan saya.

Ayah saya berkata bahwa ketika ia bangun di larut malam untuk pergi ke kamar mandi, ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tangga, tepat di depan kamar mandi, dan wanita itu sedang menangis, dia menangis sambil menutupi wajahnya. Saat itu Ayah saya berpikir mungkin itu adalah Ibu saya, jadi ayah saya sempat bertanya pada wanita itu "Apa yang sedang terjadi, kenapa kamu menangis?" tetapi wanita itu langsung memberikan respon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ayah saya mengatakan kepadanya "Baiklah, terserah kamu, bila kamu tidak ingin menjawab." Kemudian ketika ia keluar dari kamar mandi wanita itu menghilang.

Kemudian Ayah saya sampai di kamarnya ia melihat Ibu saya sedang tidur. Keesokan paginya Ayah saya bertanya kepada Ibu saya "Mengapa kamu tadi malam menangis di tangga?" setelah mendengar pertanyaan dari Ayah, Ibu saya bingung dan ia berkata bahwa ia semalam tidur dan selama ia tidur ia tidak keluar dari kamar.

Sungguh pengalaman yang sangat mengerikan dirumah A baru pertama kali saya alami kejadian yang mengerikan dan baru rumah itu saja selama perpindahan dari rumah ke rumah. Namun sampai hari ini, terkadang saya selalu bertanya-tanya siapakah wanita itu. Apakah dia penunggu rumah itu.

Dan kenapa dia selalu menangis. Dan saya juga penasaran siapakah penghuni rumah itu yang dulu. Sayangnya saya tidak sempat mencari informasi rumah itu karena tiba-tiba saja Ayah saya memutuskan untuk pindah rumah.

From :
@http://www.cerita-hantu.com/
Read more ...

Hantu Telepon Umum



---
Hantu Telepon Umum.

Kisah ini diceritakan di seputar kampus-kampus yang ada di Indonesia, saat telepon genggam belum ada dan orang-orang masih menggunakan telepon umum untuk saling berkomunikasi.

Di suatu malam yang sudah larut, seorang mahasiswa sedang menggunakan telepon umum untuk bercakap-cakap dengan pacarnya lewat telepon. Mahasiswa ini sudah menelepon cukup lama. Walau dia sebenarnya mengetahui orang-orang mulai frustasi mengantri di belakangnya untuk menggunakan telepon itu juga, mahasiswa ini tidak menggubris mereka dan hanya melanjutkan percakapannya.

Setelah beberapa saat, salah satu dari orang yang mengantri menegurnya dan mengatakan padanya bahwa dia telah menggunakan telepon itu dalam waktu yang lama, tapi mahasiswa itu tetap bergeming. Mahasiswa itu malah merasa terusik dengan orang-orang ini, yang tidak ingin ke telepon umum lainnya yang berada tak jauh dari sana.

Tak lama kemudian, suasana mendadak hening. Sejurus dengan itu, bau amis yang cukup tajam mulai menusuk hidungnya. Mahasiswa ini kemudian menyadari bahwa orang-orang yang ada di belakangnya sudah berkurang dan hanya menyisakan seorang saja. Ketika tanpa sengaja melihat ke bawah, mahasiswa ini menemukan bahwa orang yang berdiri di belakangnya itu ternyata tidak memiliki sepasang kaki dia melayang. Sontak mahasiswa ini panik, tapi dia berusaha tenang dan memberitahu pacarnya bahwa dia harus kembali ke asrama karena koinnya sudah hampir habis.

Setelah menutup teleponnya, mahasiswa ini langsung membalikkan badannya dan berlari secepat mungkin. Dia bahkan tidak berani untuk melihat wajah orang itu.

Sementara menunggu lift di asramanya, mahasiswa ini mencoba bersiul untuk menutupi ketakutan yang dirasakannya. Ketika lift itu akhirnya tiba, dia segera masuk dan memencet nomor di mana lantai kamarnya berada. Dalam lift itu, mahasiswa ini tiba-tiba mendengar suara orang yang tadi menegurnya di telepon umum, tertawa cekikikan dan berkata "Jadi koinmu sudah habis, hah?".

From :
@http://www.cerita-hantu.com/


Read more ...

Cerita Seram Gunung Manglayang~



----
Cerita Seram Gunung Manglayang.

Namaku Tata, aku kuliah di salah satu Universitas Islam Negri. Aku akan menceritakan sebuah pengalaman menyeramkan, yang aku alami ketika aku sedang pergi berkemah. Cerita dimulai pada pagi itu, aku bersiap mengikuti kegiatan yang dilakukan salah satu himpunanku untuk pergi berkemah tepatnya di gunung manglayang.

Sesampai di kampus, aku bertemu dengan sahabatku Adelia yang sudah siap berangkat. Aku, adelia dan seluruh temanku yang lain berjalan kaki dari kampus menuju gunung manglayang. Hanya saja baru setengah perjalanan, aku seperti mau pingsan.

Saat itu badanku memang kurang fit, aku pun naik motor bersama panitia dan sampai lebih dahulu di tempat tujuan daripada teman-temanku. Sejujurnya aku baru pertama kali pergi ke gunung yang ditumbuhi pohon-pohon pinus seperti di gunung manglayang ini dan ketika aku melihat sekeliling, perasaanku agak tidak enak.

Aku merasa seperti ada yang sedang memperhatikanku, aku tidak tau siapa. Jadi aku memutuskan untuk mengacuhkan perasaanku dan tidak memikirkannya. Ketika sampai di tempat Camping aku pun memasukan tas ransel ku ke dalam tenda yang sudah disediakan oleh panitia.

Tapi tiba tiba ketika aku masuk, ada se-ekor kucing besar berbulu hitam didalam tenda. Kucing hitam itu membuatku kaget, aku pun mengusirnya dengan susah payah. Setelah kucing hitam itu pergi, aku pun beristirahat didalam tenda. Teman temanku baru sampai di tempat perkampingan sekitar jam 4 sore mereka baru sampai karena berjalan kaki.

Sore berlalu dan malam pun tiba, panitia kelompok mengadakan acara api unggun didepan tenda kami mengadakan acara kumpul bareng untuk sharing dan hiburan. Ditengah acara, aku keluar dari kerumunan karena ingin mencari sinyal handphone. Aku sudah berjanji untuk menelpon orangtua jika sudah sampai di tempat perkemahan.

Aku melangkah menuju jalan setapak, berusaha keluar dari area pepohonan. Tiba-tiba aku mendengar suara adelia yang berbisik,

"Kalo jalan jangan sendirian, nanti ada yang temenin loch," ketika aku mendengar suara adelia, reaksi aku biasa aja. Aku berpikir bahwa saat itu, Adelia memang posisinya berada didekatku. Karena sinyal masih tidak dapat aku temukan, aku pun mencari tempat yang agak sedikit tinggi. Tanpa terasa, aku sudah berjalan jauh dari kerumunan teman-temanku dan ternyata usahaku tidak sia sia.

Aku pun mendapatkan sinyal walaupun hanya selembar saja. Ketika aku hendak menelpon, tiba-tiba dibalik semak-semak aku mendengar suara yang memanggil-manggil namaku. Suara itu memanggilku hingga tiga kali. Aku melihat ke arah semak-semak dan tidak menemukan satu orang pun. Aku berpikir mungkin ada beberapa temanku yang sedang nongkrong dan mengajak aku untuk bergabung di balik semak itu. Tetapi tiba-tiba aku mendengar suara yang agak kabur.

Lama kelamaan suara itu terdengar semakin jelas, suara itu seperti suara cekikikan seorang wanita.

Suara itu berasal dari semak-semak. Aku menjadi merinding, aku membatalkan niatku untuk menelpon ke rumah orangtua. Aku langsung pergi dan menghampiri teman-temanku yang sedang kumpul didepan tenda. Aku duduk bersama temanku dan mulai bersenang-senang.

Tiba-tiba mataku seperti menangkap sosok bayangan hitam, sosok bayangan itu lama kelamaan terlihat seperti seorang nenek-nenek yang membungkuk. Aku menanyakan kepada salah satu temanku apakah dia melihat apa yang aku lihat. Dia menjawab tidak, perasaanku semakin tidak enak.

Karena takut aku masuk ke tenda dan memilih untuk tidur, namun hanya aku sendiri yang berada didalam tenda. Aku berusaha keras untuk tertidur, ketika aku mulai mengantuk tiba-tiba ada yang meniupkan angin kepadaku dan aku melihat sambil gemetar.

Ketika aku melihat siapa yang meniup angin, ada sosok nenek dengan wajah keriput. Nenek itu menyeringai kepadaku, aku langsung melompat bangun dan lari keluar. Aku mengatakan apa yang kulihat kepada teman-teman diluar. Kami masuk beramai-ramai namun sosok itu sudah menghilang.

Temanku pun tidak percaya dengan apa yang aku lihat.

Akhirnya aku kembali lagi ke dalam tenda, namun ketika aku sedang berbaring aku merasa seperti ada suara yang kembali memanggilku. Aku tersentak tidak bisa menjerit, hanya bisa menangis. Aku lalu merasakan telingaku tersentuh oleh sebuah benda yang basah dan lengket.

Ternyata nenek itu sudah ada disebelahku, telingaku dijilati olehnya. Aku menjerit dan seluruh teman-temanku masuk kedalam tenda. Aku menceritakan kembali apa yang aku alami. Tapi temanku tidak melihat apapun termasuk nenek itu. Sampai sini aku tidak ingat bagaimana kelanjutannya, yang jelas aku terbangun dan melihat teman-temanku mengerumuniku sambil berdoa. Kata mereka, ini untuk berjaga-jaga supaya aku tidak di ikuti sampai rumah.

Esok harinya Adelia berkata padaku, bahwa dia sempat bertanya pada penjaga warung sekitar kalo di gunung manglayang ini suka ada seorang nenek yang suka menampakan wujudnya dan mengganggu manusia. Mungkin saja Hantu Nenek itu tidak suka karena kita ribut, semoga ceritaku ini dapat menjadi peringatan untuk teman-teman yang membaca kisah ini agar lebih menjaga sikap ketika berada ditempat manapun.

From :
@http://www.cerita-hantu.com/


Read more ...

Hantu Gunung Puntang--"



---
Hantu Gunung Puntang
Namaku salwa, aku bersekolah di bandung tepatnya di daerah ciwastra. Bulan lalu aku mengikuti rekreasi kelas ke Gunung Puntang, tepatnya di taman bougenville. cuaca di sana amatlah mendung dan diselimuti kabut tebal. Awalnya, aku merasa bahagia bisa berekreasi bersama teman-temanku.

Tapi aku merasakan keganjalan di tempat tersebut.

Singkat cerita, Ketika aku ingin beribadah shalat ashar aku mengambil air wudhu di sekitar sungai dengan air yang mengalir dari gunung. Tak sengaja kedua mataku tertegun melihat sesosok anak kecil yang sedang bermain air di sungai. Awalnya aku kira ia anak kecil yang juga pengunjung yang sedang bermain-main di tepi sungai.

Anak kecil tersebut melambaikan tangannya seolah ia mengajak ku untuk menghampirinya. Kabut menutupi penglihatan ku sehingga aku tidak begitu jelas melihatnya. Seperti terhipnotis, tiba-tiba aku merasa penasaran dan ingin menghampiri anak kecil tersebut. Tetapi Ketika aku hendak menghampiri anak kecil itu, anak kecil itu sudah tak terlihat lagi.

"Mungkin ia telah pergi," pikirku dalam hati.

Sontak aku terkejut ketika ada seseorang menepuk pundakku. Anak itu tiba-tiba sudah berada di belakangku. Dan anak kecil tersebut berkata,

"Kak, main yuk." Dia memegang tanganku dan hendak menarik aku pergi.

Aku refleks langsung melepaskan genggamannya dan berlari ke arah teman-temanku lalu pergi meninggalkan sungai itu.

Rasanya ingin aku berteriak, aku gemetaran. Saat aku memberanikan diri menoleh ke belakang.

Terlihat kembali anak itu sedang berdiri menatapku, posisinya masih sama seperti yang pertama kali kulihat ia masih tetap melambai-lambaikan tangannya kepadaku.

Aku yakin sekali anak itu bukanlah anak manusia, melainkan sesosok tuyul yang tinggal di sungai itu. Dari kejadian itu, aku sangat takut sekali sendiri, karena kejadian tersebut selalu membuatku teringat bahwa Kita tidak pernah sendiri.

Sepulangnya dari study tour, aku jatuh sakit. Aku demam tinggi dan harus beristirahat selama satu minggu. Kakek bilang, aku diikuti oleh hantu anak kecil penunggu sungai yang ada di Gunung Puntang. Ia menyukaiku dan ingin menjadikanku sebagai temannya.

Parahnya lagi saat aku lihat hasil foto-fotoku di sana, terlihat pada salah satu hasil jepretan temanku.

Terdapat wajah anak kecil tersebut sedang berada di sampingku sambil tersenyum menyeringai dan tangannya sedang memegang pundakku. Aku terkulai lemas setiap kali melihat foto itu, sungguh kejadian yang sangat menyeramkan.

From: @http://www.cerita-hantu.com/
Read more ...

Gedung Basement Kantor



---
Gedung Basement Kantor.

Kejadian ini terjadi ketika aku masih bekerja menjadi cleaning service. Awalnya aku tidak ditugaskan disana namun tiba-tiba saja aku dan beberapa temanku dipindahkan ke gedung itu. Gedung itu terbilang baru, aku saja bahkan tidak menyadari adanya gedung itu.

Singkat cerita aku berganti shift dengan temanku dan kebagian malam hari. Hari itu ada acara besar dan selesai sekitar jam 11 malam, terpaksa aku harus menunggu sampai acara selesai untuk membersihkan gedung pertemuan dan sekitarnya.

Setelah acara selesai, beberapa tukang sedang membereskan panggung. Aku dan temanku membereskan sisa-sisa sampah yang berserakan mulai dari gedung pertemuan sampai ke bawah.

Selesai di gedung atas, aku membawa kotak sampah ke gedung basement untuk dibuang. Ditengah perjalanan aku pun bertemu manager kantor, dia bilang padaku bahwa di tangga darurat lantai 2 ada genangan air karena tadi ada saluran air yang bocor. Aku pun berangkat menuju tangga darurat, aku menuju genangan air itu sambil membawa peralatanku. Sampailah aku ditempat genangan air dan mulai membersihkannya.

Aku melihat disekitar, dinding ditangga darurat ini tampak sangat kotor. Seperti sudah lama tidak dipakai, aneh padahalkan ini gedung baru jadi. Dindingnya sudah berlumut dan belum lagi tempatnya yang lembab hampir membuatku sulit untuk bernafas.

Ketika sedang membereskan, tiba-tiba beberapa peralatan terjatuh ke lantai bawah karena tersenggol olehku. Aku pun menuju ke tangga darurat dibawahnya untuk mengambil benda yang terjatuh.

Ditangga darurat ini suasana semakin tidak enak, selain cahayanya yang kurang. Dibawah sini tercium bau yang aneh, di kondisi seperti ini tapi tercium olehku seperti wewangian. Wangi ini, wangi bunga seperti parfum seorang wanita. Tapi bau itu sekarang terasa semakin semerbak di sekitarku. Aku mencoba keluar sebentar dari pintu tangga darurat itu, pintu ini cukup berat namun aku akhirnya bisa membukanya. hamparan parkiran kosong langsung tampak olehku, sepertinya basement ini belum selesai.

Karena terlihat sangat kotor dan tidak terawat, entah kenapa aku sepertinya tertarik untuk masuk lebih dalam. Tidak sengaja aku menendang sesuatu, sebuah nampan terbuat dari kuningan tertendang olehku. Jantungku langsung berdetak kencang, ketika kulihat isi dari nampan itu. Aku melihat bunga-bunga dan semangkuk cairan berwarna merah. Refleks aku memperbaiki nampan itu dalam keadaan panik, aku menaruh kembali bunga-bunga itu di nampan dan menyapu cairan merah itu dengan tanganku dan kembali menyimpannya di mangkuk.

Aku berusaha untuk membereskannya tapi kali ini tercium bau amis yang sangat menyengat. Baru aku sadari bahwa cairan merah itu adalah darah. Merasa tidak bisa membereskannya aku pun langsung pergi ke atas dan langsung meninggalkan tangga darurat. Aku berlari sekencang mungkin hingga meninggalkan barang-barangku.

Aku menuju ke toilet dan membersihkan tanganku, lanjut aku pergi ke ruang ganti. Di ruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa, aku bergegas mengganti pakaian dan secepat mungkin untuk pulang ke rumah. Aku langsung menancap motorku pulang ke kosan ku.

Akhirnya aku sampai di kos, teman temanku yang lain nampaknya sudah tidur. Aku langsung masuk kamar dan mencoba langsung untuk tidur, mataku terpejam namun tetap tidak bisa tidur. Pikiranku masih tidak tenang, jantungku masih terus berdegup kencang dan kembali tercium bau wangi bunga dan bercampur dengan bau amis yang sangat menyengat dikamarku.

Aku mencoba mencium tanganku tapi bukan, wanginya bukan dari tanganku. Tapi di sekitaran kamarku sampai terdengar suara orang seperti mengunyah. Badanku semakin lemas, kepalaku tiba-tiba saja pening dan keringat dingin mulai terasa.

Tiba-tiba ada sesuatu yang naik ke tempat tidurku. Kini, aku merasakan sesuatu tepat diatas tempat tidurku. Kini suara orang mengunyah itu jelas terdengar, aku paksakan diriku untuk melihat dan astaga sesosok wanita berambut panjang sedang jongkok di atas tempat tidurku. Tangannya menggenggam helai bunga sambil matanya menatap ke arahku. Dia tertawa cekikikan, aku terperanjat dan langsung lari keluar kamarku.

Malam itu aku langsung pulang ke rumah saudaraku dan tinggal disana, beberapa hari kemudian aku baru ke kantor dan mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan aku harus pulang ke kampung.

Pengunduran diriku pun disetujui dan aku sudah tidak lagi bekerja disana. Belum sampai keluar seorang satpam mengajakku bicara.

Aku pun menceritakan kejadian yang aku alami dan satpam itu pun berkata bahwa ini sebenarnya bukan bangunan baru.

Dulunya adalah sebuah kantor, tapi sudah dikosongkan sekitar 3 tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas dan tempat paling angker adalah parkiran dibawah itu. Tentang sesajen yang tidak sengaja aku tendang itu, aku tidak mau tau banyak dan yang pasti malam itu merupakan mimpi buruk buatku.

From :
@http://www.cerita-hantu.com/


Read more ...
Scar Your Selves